FB Punya Yahudi

Friday 19 January 2018 | post a comment

“Eh, elu ngapain perang lawan Belanda pake bawa-bawa senjata punya Belanda?”

#KemudianKentut

Remah-remah

Saturday 21 October 2017 | post a comment

Di tengah isu shifting yang ditengarai menjadi alasan penyebab lesunya daya beli offline ( halah ini apa 😆 ), ternyata ada fakta-fakta lain yang cukup mencengangkan. Fakta nomor dua akan bikin kamu terkejut ( ini juga apa dah 😆 ).

Dari berbagai platform e-commerce dan marketplace di Indonesia, jumlah angka produk lokal hanya di kisaran lima persen (5%). Ini berarti, aneka produk lain yang bersliweran di lapak-lapak online adalah produk import.

Kita hanya kebagian remah-remahnya saja. Belum lagi serbuan-serbuan pemain luar (Lazada dan Alibaba CS) yang berencana akan membangun gudang-gudangnya di Indonesia. Masih sanggupkah kita kebagian remah-remahnya?

Berdasarkan status teman di FB:
https://www.facebook.com/abonk/posts/10211028668854417

Why Facebook Buy Whatsapp? We Can Free Download it Afterall?

Sunday 23 February 2014 | post a comment

That’s was my friend respond on my Facebook account after I share an article about Whatsapp were acquired by Facebook. “Why Facebook buy whatsapp? We can free download it after all?”.

Funny isn’t huh :mrgreen: ? the article were seriously talk about buying a business (big business), that mean it were involve many assets, such employee, company brand, costumer reach, etc. And my friend simply saying something like that. 😆

facebook beli whatsapp

( More … )

HUT Republik Indonesia ke-66 dan Beberapa Update Status Teman Saya di Facebook

Thursday 18 August 2011 | post a comment

Jejaring sosial Facebook dan Twitter, dua contoh gejala teknologi yang kian mengglobal dan menjadi kultur sendiri di masyarakat. Tidak hanya sebatas di dunia maya, jejaring sosial tersebut menjadi alat yang ampuh dan efektif menopang kegiatan revolusi di negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Koordinasi gerakan dapat digalang secara mudah, tiap individu dapat mengakses informasi menggunakan perangkat seluler.

Pada event kemerdekaan kali ini, beberapa status teman saya di Facebook memiliki kesamaan suara, yakni berbagai ketimpangan yang ada di negeri ini. Hentikan jargon-jargon tidak nasionalis atau tidak cinta tanah air dan sebagainya ketika muncul suara sumbang. Ini adalah kritik, sekaligus suara yang memaparkan realitas negeri Indonesia yang sedang tercabik.

a

Banyaknya masyarakat di perbatasan yang lebih memilih menjadi warga negara asing tentunya sangat menyakitkan hati. Begitu pula dengan pengibaran bendera RMS di event 17 Agustus kemarin. Sebelum revolusi terjadi dan kian menggejala, Pemerintah sekarang harus lebih cerdas dan benar-benar berlaku adil. Demi terwujudnya bangsa Indonesia yang lebih baik dan disegani.

TV di Prancis Dilarang Sembarangan Nyebut Facebook atau Twitter

Sunday 5 June 2011 | post a comment

Aturan baru dari Pemerintah Prancis melarang televisi nasional menyebut kata Facebook atau Twitter, kecuali berhubungan langsung dengan informasi berita. Alasannya, penyebutan ini menurut regulator penyiaran Prancis, CSA, merupakan bentuk promosi perusahaan komersial (Facebook dan Twitter).

banned-fb

Juru bicara CSA memaparkan, “Mengapa melakukan referensi ke Facebook, yang bernilai miliaran dollar, ketika banyak jejaring sosial lain berjuang mendapat pengakuan,”. Hal tersebut memang tidak adil. Sebab banyak perusahaan jejaring sosial lain megap-megap menandingi popularitas Facebook dan Twitter.

Masih ingat MySpace dan Friendster yang kini ambruk dan ditinggalkan penggunanya? Sementara Trans (on the spot) gampang banget nyebut courtesy of Youtube :mrgreen:

sumber
http://www.detikinet.com/read/2011/06/04/133154/1653023/398/prancis-larang-facebook-twitter-di-siaran-televisi