Error Instalasi XDM pada Debian Linux

Tuesday 24 March 2020 | post a comment

Semua orang yang hobi download-download (ngunduh) di PC pasti suka banget pakai download manager XDM. Aplikasi ini memudahkan saya ketika mencari lagu di internet karena dia bisa langsung meng-convert video di Youtube jadi MP3.

Nah, berhubung situasi memaksa saya untuk kerja di rumah (istilahnya work from home), hal ini mendorong saya untuk mengoprek kembali Linux di laptop dualboot yang biasanya di-skip dan langsung masuk ke Windows. Haha  :mrgreen: ( More … )

Soal Playback Video di Opera Debian yang Sering Bermasalah

Tuesday 24 March 2020 | post a comment

Tulisan kali ini masih berhubungan dengan kegiatan mengoprek Antix Linux saya (gara-gara WFH). Kali ini saya agak heran karena peramban (browser) Opera tidak dapat menjalankan video di situs-situs streaming video hohohihe / bajakan daring (online).

Setelah ditelusuri, hal ini berkaitan dengan persoalan legal di mana Opera tidak memiliki hak untuk mendistribusikan berkas pustaka libffmpeg.so. Soal lisensinya bisa baca-baca di sini.

Berkas pustaka tersebut memang gratis digunakan, tapi tidak boleh dipaket dengan perangkat lunak komersil (misal Opera). Walau begitu, pengguna akhir Opera dapat menggunakan berkas tersebut dengan mengunduhnya secara terpisah.

Unduh berkas libffmpeg.so di alamat berikut:
https://github.com/iteufel/nwjs-ffmpeg-prebuilt/releases

Setelah itu, ekstrak berkas di dalamnya. Kemudian salin ke direktori:
usr/lib/x86_64-linux-gnu/opera/

Tutup dan buka kembali peramban Opera. Silakan ujicoba membuka situs video daring.

Beberapa cara yang lain adalah menyalin berkas libffmpeg.so dari direktori chromium (jika Anda sudah menginstal Google Chrome).

Berikut ini adalah komentar dari salah seorang karyawan Opera:
opera employee

Icon Desktop XFCE Debian yang Selalu Berantakan

Wednesday 18 March 2020 | post a comment

Agak heran saya dengan distro Linux yang satu ini (Antix). Berbagai icon yang ada di desktop, meski sudah di-sort (urut), begitu PC di-restart ia akan berantakan lagi posisinya.

Jadi, aktivitas klik kanan di dekstop, trus klik “Arrange Desktop Icon” harus dilakukan berulang. Lumayan ngeribetin, apalagi jika Anda punya kecenderungan OCD yang cukup akut.

Beberapa solusi saya temukan di internet. Ada yang mengunci posisi icon sehingga tidak bisa digeser-geser. Mereka membuat script yang akan dijalankan secara otomatis ketika komputer dinyalakan.

Kalau saya secara pribadi, cuma ingin icon-icon tersortir dengan rapih saja.

Akhirnya saya menemukan solusi yang cukup mudah. Jalankan file manager (thunar) dan atur agar menampilkan file yang tersembunyi. Kemudian akses lokasi berikut.
/home/NAMA-USER-PC-ANDA/.config/xfce4/desktop/

desktop config XFCE

Di sana akan terdapat banyak berkas dengan ekstensi rc. Saya hapus semua berkas rc di dalamnya kecuali satu berkas dengan tanggal waktu terkini.

Tulisan dokumentasi pribadi, sumbernya ada di sini:
Manjaro Forum

Setting Klien e-Xam Pelaksana UEFI Windows 10

Saturday 26 August 2017 | Comment (1)

Akhirnya saya kebagian juga jatah untuk men-setting PC klien untuk kegiatan pretest SIM PKB (guru pembelajar). Ini semacam ujian berbasis komputer yang diadakan oleh Kemdikbud. Kebetulan tempat saya ditunjuk menjadi penyelenggara kegiatan pre-test tersebut.

Harusnya semua berlangsung secara sederhana. Sistem yang digunakan untuk ujian menggunakan GNU/Linux. Pihak Kemdikbud sendiri sudah menyediakan installer berbasis Windows (format exe) untuk memudahkan mereka yang awam dengan sistem operasi GNU/Linux, sehingga sistem bisa dijalankan dengan mekanisme dualboot antara Windows dan Linux.

Begitu PC dinyalakan, akan ada menu pilihan masuk OS e-Xam pelaksana dan Windows (default). Untuk memulai ujian, tinggal pilih e-Xam pelaksana dan selanjutnya akan muncul interface login ujian. Jadi, sebenarnya konfigurasi di Linux tidak terlalu rumit karena memang tidak ada yang dikonfigurasikan.

Problem terjadi pada PC All in One (AIO) keluaran terbaru dengan fasilitas UEFI secure BOOT. PC AIO seperti ini biasanya sudah menggunakan OS Windows 8 ke atas (termasuk juga Windows 10). Nah, instalasi memerlukan konfigurasi lebih lanjut. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, set pada server e-Xam Delta. Aktifkan server PXE.
  2. Selanjutnya pada PC Klien, masuk ke BIOS. Kebetulan PC AIO di sini menggunakan merk HP dan untuk masuk ke BIOS tinggal menekan tombol F10.
  3. Selanjutnya cari menu secure Boot dan nonaktifkan (disabled).
  4. Enable Legacy Support.
  5. Save konfigurasi BIOS, komputer restart ulang.
  6. Begitu awal dinyalakan, ada konfirmasi perubahan sistem. Masukkan angka yang ada pada layar PC dan tekan Enter.
  7. Masuk ke OS Windows dan install program e-Xam Pelaksana. Pilih full installation neo. Setelah itu, restart PC
  8. Begitu direstart, Anda akan dihadapkan pada menu pilihan OS, Windows dan E-Xam Pelaksana.
  9. Pilih opsi ketiga, “Change defaults or choose other options”
  10. Selanjutnya pilih menu, “Choose other options”
  11. Pilih “Use a device”
  12. Pilih lagi see more devices
  13. Pilih Realtex PXE… …. (tergantung interface network card PC AIO)
  14. Selanjutnya akan muncul command line booting ke Linux

PC Anda merk lain, semisal ACER? Anda dapat melihat panduan setting instalasi PC klien E-xam Caraka untuk PC Acer di alamat ini (klik).

Update 2019:
Untuk boot network PC AIO HP, tinggal menekan tombol F12. Jadi setelah begitu restart PC (langkah 8), langsung tekan F12 untuk boot network (PXE boot).

How to Run Windows Program on Linux Using Wine

Monday 12 May 2014 | post a comment

Since many Windows operating system (OS) program doesn’t always available on Linux, many users afraid to fully migrate into new OS such Linux.

But you don’t have a worry. There’s a team developer who create a program which can emulate Windows program so it can run on Linux.

photoshop on linux using wine ( More … )