Setting Klien e-Xam Pelaksana UEFI Windows 10

Saturday 26 August 2017 | Comment (1)

Akhirnya saya kebagian juga jatah untuk men-setting PC klien untuk kegiatan pretest SIM PKB (guru pembelajar). Ini semacam ujian berbasis komputer yang diadakan oleh Kemdikbud. Kebetulan tempat saya ditunjuk menjadi penyelenggara kegiatan pre-test tersebut.

Harusnya semua berlangsung secara sederhana. Sistem yang digunakan untuk ujian menggunakan GNU/Linux. Pihak Kemdikbud sendiri sudah menyediakan installer berbasis Windows (format exe) untuk memudahkan mereka yang awam dengan sistem operasi GNU/Linux, sehingga sistem bisa dijalankan dengan mekanisme dualboot antara Windows dan Linux.

Begitu PC dinyalakan, akan ada menu pilihan masuk OS e-Xam pelaksana dan Windows (default). Untuk memulai ujian, tinggal pilih e-Xam pelaksana dan selanjutnya akan muncul interface login ujian. Jadi, sebenarnya konfigurasi di Linux tidak terlalu rumit karena memang tidak ada yang dikonfigurasikan.

Problem terjadi pada PC All in One (AIO) keluaran terbaru dengan fasilitas UEFI secure BOOT. PC AIO seperti ini biasanya sudah menggunakan OS Windows 8 ke atas (termasuk juga Windows 10). Nah, instalasi memerlukan konfigurasi lebih lanjut. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, set pada server e-Xam Delta. Aktifkan server PXE.
  2. Selanjutnya pada PC Klien, masuk ke BIOS. Kebetulan PC AIO di sini menggunakan merk HP dan untuk masuk ke BIOS tinggal menekan tombol F10.
  3. Selanjutnya cari menu secure Boot dan nonaktifkan (disabled).
  4. Enable Legacy Support.
  5. Save konfigurasi BIOS, komputer restart ulang.
  6. Begitu awal dinyalakan, ada konfirmasi perubahan sistem. Masukkan angka yang ada pada layar PC dan tekan Enter.
  7. Masuk ke OS Windows dan install program e-Xam Pelaksana. Pilih full installation neo. Setelah itu, restart PC
  8. Begitu direstart, Anda akan dihadapkan pada menu pilihan OS, Windows dan E-Xam Pelaksana.
  9. Pilih opsi ketiga, “Change defaults or choose other options”
  10. Selanjutnya pilih menu, “Choose other options”
  11. Pilih “Use a device”
  12. Pilih lagi see more devices
  13. Pilih Realtex PXE… …. (tergantung interface network card PC AIO)
  14. Selanjutnya akan muncul command line booting ke Linux

PC Anda merk lain, semisal ACER? Anda dapat melihat panduan setting instalasi PC klien E-xam Caraka untuk PC Acer di alamat ini (klik).

Update 2019:
Untuk boot network PC AIO HP, tinggal menekan tombol F12. Jadi setelah begitu restart PC (langkah 8), langsung tekan F12 untuk boot network (PXE boot).

How to Run Windows Program on Linux Using Wine

Monday 12 May 2014 | post a comment

Since many Windows operating system (OS) program doesn’t always available on Linux, many users afraid to fully migrate into new OS such Linux.

But you don’t have a worry. There’s a team developer who create a program which can emulate Windows program so it can run on Linux.

photoshop on linux using wine ( More … )

Mengganti Isi File Home Desktop Crunchbang

Wednesday 30 November 2011 | post a comment

Iseng-iseng memasang lingkungan desktop LXDE pada Crunchbang yang kemarin saya download (a Debian curent-stable based GNU/Linux distribution with Openbox environtment).

sudo apt-get install lxde

Akhirnya didapat lingkungan khas ala LXDE dengan menu ala Windows XP klasik. Start menu di pojok kiri, launcher aplikasi dengan berbagai kategorinya, dan icon-icon di desktop.

lxde-logo

Namun ada satu hal yang agak mengganjal. Desktop LXDE menampilkan icon-icon yang berada pada directory home. Otomatis layar jadi penuh dengan berbagai isi folder dan file di folder home.

Iseng-iseng buka file config pada PC saya
/home/USERNAME-PC-ANDA/.config

Ternyata ada file
user-dirs.dirs

Diintip-intip dikit pake editor leafpad atau Geany bawaan Crunchbang
# This file is written by xdg-user-dirs-update
# If you want to change or add directories, just edit the line you're
# interested in. All local changes will be retained on the next run
# Format is XDG_xxx_DIR="$HOME/yyy", where yyy is a shell-escaped
# homedir-relative path, or XDG_xxx_DIR="/yyy", where /yyy is an
# absolute path. No other format is supported.
#
XDG_DOWNLOAD_DIR="$HOME/downloads"
XDG_DOCUMENTS_DIR="$HOME/documents"
XDG_MUSIC_DIR="$HOME/music"
XDG_PICTURES_DIR="$HOME/images"
XDG_VIDEOS_DIR="$HOME/videos"
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME"
XDG_TEMPLATES_DIR="$HOME"
XDG_PUBLICSHARE_DIR="$HOME"

Baris ini terlihat ada yang mengganjal.
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME"

Buat folder baru dengan nama “desktop” pada direktori home.

Ubah baris yang mengganjal tadi jadi seperti ini.
XDG_DESKTOP_DIR="$HOME/desktop"

Simpan perubahan, dan akhirnya directory Desktop berubah tidak menjadi directory Home lagi.

Wow, Akhirnya Ada Rilis Terbaru dari CrunchBang

Monday 28 November 2011 | post a comment

Setelah vakum sekian lama semenjak rilis sebelumnya di bulan Februari 2011, kini CrunchBang Statler rilis teranyar (27 Nov 2011) siap diunduh. Salah satu distro GNU/Linux favorit saya dengan antar muka Windows Manager Openbox berbasis Debian GNU/Linux. Bagi Anda yang doyan sesuatu yang “cepat” dan “halus”, distro ini jelas untuk Anda.

Kurang lebih satu jam lagi distro ini selesai diunduh. Selanjutnya tinggal membuat bootable OS menggunakan USB dan melakukan instalasi pada PC saya. Sangat direkomendasikan untuk penggunaan laptop karena terbukti lebih irit sumber daya ketimbang Mint 9 LXDE (Lucid Based).

download crunchbang

Yang membuat saya semakin penasaran adalah, developernya mengklaim bahwa rilis Statler kali ini lebih cepat ketimbang edisi sebelumnya. Fasilitas manajer login grafis GDM diganti SLiM yang jelas jauh lebih ringan. Begitu juga dengan aplikasi Plymouth yang ikut dibuang (fasilitas graphical boot loader).

Detil rilis terbaru kali ini.

  • Menggunakan Openbox terbaru (3.5).
  • Kembali ke Firefox 8, daripada Chrome 9 (yai).
  • Opsi instalasi LibreOffice (sebelumnya OpenOffice).
  • Editor Geany yang standalone, ketimbang Gedit yg membutuhkan library Gnome 3.
  • Support network browser, dengan file manager Thunar dan Gigolo.
  • OS yang lebih bersih setelah instalasi dengan membuang paket-paket pada mode live.

Selengkapnya bisa diintip2 di mari.

Autostart Jupiter Applet on Openbox

Sunday 13 November 2011 | post a comment

Iseng-iseng memasang Openbox di Ubuntu Lucid Lynx dengan membuang semua paket Gnome demi kebutuhan distro Ubuntu super kencang. Hampir semua paket Gnome ikut terbuang, seperti totem atau paket-paket pada instalasi awal dan hasilnya layar blank (kernel panic) begitu komputer dinyalakan. Komputer dipaksa masuk lewat opsi repair dan menjalankan perintah “startx”, dan solusi untuk memperbaikinya ternyata menginstall gnome-session-manager.

Windows manager Openbox yang diberikan masih benar-benar apa adanya, tanpa panel dan wallpaper. Menu klik kanan di desktop masih berfungsi. Setelah menginstall tint2 panel dan nitrogen wallpaper management, ternyata paket Jupiter yang telah diinstall pada instalasi awal belum berjalan. Jupiter sendiri menggunakan mono (software untuk menjalankan program Windows di Linux), jadi cara menjalankannya tidak seperti biasa.

jupiter

Setelah sedikit eksperimen dan buka-buka Google, command untuk menjalankan Jupiter adalah:

mono /usr/bin/jupiter.exe

Selanjutnya tinggal masukkan command tersebut pada file autostart Openbox di directory:

/home/YOUR-USERNAME/.config/openbox

Beri delay 3 atau 5 detik sebelum dijalankan sehingga tidak bentrok dengan tint2 panel.


## Start Jupiter
(sleep 3s && mono /usr/bin/jupiter.exe) &

PS:
Jupiter sendiri merupakan aplikasi power manager yang lebih terintegrasi ketimbang Gnome Power Manager. Sangat berguna untuk mengurangi konsumsi daya laptop yang berlebihan.