Sistem Operasi Idle Cuma 60MB dan Processor Usage 1%

Sunday 10 July 2011 | post a comment

Postingan dokumentasi pribadi, repost atau nubitol dijamin

Setelah membeli batere baru buat si COMPAQ, dimana batre ngedrop setelah masa penggunaan 1 tahun membuat saya berpikir berbagai cara untuk membuat batre jadi lebih lama. Sebelumnya sudah bereksperimen distro mana yang paling irit batre, secara tidak sengaja saya menemukan racikan Debian yang lebih irit sumber daya lagi (memori + prosesor).

Btw ini ringan bukan OS model-model mesin server yang hanya berbasis teks, tapi OS dengan tampilan dan menu yang memudahkan penggunanya berinteraksi dengan komputer, walaupun agak-agak janggal :-p

Pertama, download Crunchbang 10 XFCE edition (based on Debian Squeeze) di sini (torrent) dan install di komputer Anda. Pada kasus saya, Instalasi dual boot memang mendeteksi adanya sistem operasi Windows. Namun ketika direstart, OS Windows tidak ada di pilihan menu start awal (kalau Ubuntu mungkin lancar jaya). Solusinya bisa dilihat di sini.

Selanjutnya pengaturan mirror, saya mengambil dari mirror Debian ITS atau mirror lokal lain mana saja kesukaan Anda. Jalankan terminal dan ketik:
sudo gedit /etc/apt/sources.list

Berikut ini penjelasan dari syntax di atas
sudo merupakan cara kita memperoleh hak admin
gedit merupakan teks editor berbasis visual bawaan gnome
/etc/apt/sources.list merupakan lokasi dan file konfigurasi repo

Begitu Anda menekan [Enter], akan muncul konfirmasi untuk memasukkan password root. Masukkan password root saat pertama kali Anda menginstall. Tekan [Enter] kembali, selanjutnya akan muncul file teks yang terbuka berisi konfigurasi repository yang ada di OS kita.

Selanjutnya tambahkan alamat repo.
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free

Berikut ini isi lengkap list repo saya. Alamat repository bawaan Crunchbang bisa di-disable dengan diberikan komentar #
## CRUNCHBANG
## Compatible with Debian Squeeze, but use at your own risk.
# deb http://packages.crunchbanglinux.org/statler statler main

## DEBIAN
deb http://mirror.its.ac.id/debian/ squeeze main contrib non-free
# deb-src http://ftp.de.debian.org/debian/ squeeze main contrib non-free

## DEBIAN SECURITY
deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
# deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main

## DEBIAN BACKPORTS
deb http://backports.debian.org/debian-backports squeeze-backports main contrib non-free

Setelah disimpan, tutup file tersebut dan update sumber agar perubahan dikenali melalui syntax berikut.
sudo apt-get update

Sampai di sini alamat repository telah berubah di alamat lokal. Save bandwidth dan transfer file yang lebih cepat.

Selanjutnya pasang windows manager Openbox
sudo apt-get install openbox

Restart komputer Anda dan Session bisa dipilih saat pertama kali login, mau masuk XFCE atau Openbox. Pilih Openbox dan buat menjadi permanen. Anda akan mendapatkan Debian dengan resource sumber daya prosesor dan memory yang sangat rendah. Prosesor dan RAM pada kondisi idle hanya terpakai 1% dan memory total 62MB-an.

Sampai di sini mungkin muncul pertanyaan. Kenapa ngga download yang Crunchbang 10 Openbox aja sekalian dari awal? Well saya sudah terlebih dahulu mencoba versi Openbox, dan memory yang dihabiskan bisa mencapai 84MB. Masih lebih besar 20MB dari racikan ala saya. Dengan ukuran ISO yang sama-sama 700MB-an, mendownload Crunchbang versi XFCE masih terbilang lumayan. paket Openbox yang didownload pun tidak lebih dari 15MB.

conky

Kenapa “yang official” bisa lebih besar, sementara cara di atas tidak? Well Openbox racikan ala saya tidak dipasang program yang memanajemen Wallpaper yang ada di desktop, dan mungkin beberapa servis yang tidak dipasang, seperti daemon yang mengatur shortcut [Alt] + [F2] untuk menjalankan program dan tombol logout tidak aktif dll (I’m not a coder anyway T_T).

PS:

  • Setelah upgrade (versi 6.0.2) Crunchbang berubah total cita rasanya jadi murni Debian
  • berhubung menu logout ga bisa, shutdown bisa via terminal dengan mengetik:
    sudo halt

LibreOffice 3.3.3 (x86) Debian Package Offline Installer

Saturday 9 July 2011 | post a comment

This is another mirror for offline installer of LibreOffice, kinda office suit software for GNU/Linux. I’ve uploaded the Debian package into Mediafire. Inside the file, you’ll find the manual for installing it.

It’s very useful for you if you don’t have internet access to get it from software repository. You can download the file by clicking this link (link removed). For the latest official package, you can always check the LibreOffice site’s here.

libre-office

Since the distro image getting bigger nowadays, don’t be surprised if many distro removing LibreOffice (formerly OpenOffice) on their disc image.

Software Name
LibreOffice 3.3.3
Version
3.3.3 (final)
Release date
2011-06-16
Official Link
(link)
Size
145.77MB
Store on
Mediafire
Download link
(removed)

This software is Debian package, which mean it’s suitable for all Debian and Ubuntu derivative distro, such Crunchbang, Mint, Mephis, etc. With this file, you can copy it to flashdisk, and install it on another computer which have Debian derivative operating system installed.

Update 2015:
Google think sharing software which using free software license (such GPL, etc) is prohibited, so I have to remove the download links.

Menghilangkan Gnome Keyrings yang Mengganggu

Sunday 3 July 2011 | post a comment

Bagi Anda yang menggunakan desktop manager Gnome, Anda pasti sering menemukan kekesalan ketika mengkoneksikan komputer Anda ke jaringan WIFI karena muncul jendela pop-up yang menanyakan password Gnome Keyrings. Program ini sebenarnya merupakan fasilitas dari destop Gnome yang menawarkan pengguna untuk menyimpan nama pengguna dan passwordnya.
( More … )

Perang Konsumsi Daya Distro GNU/Linux

Tuesday 28 June 2011 | post a comment

Setelah batre laptop nge-drop hingga kapasitas maksimal pengisian tinggal 21%, saya mulai menyalahkan sistem operasi yang digunakan. Berhubung batere sudah diganti, dan tidak ingin pengalaman buruk terulang kembali, saya melakukan pengujian guna memperoleh OS mana yang irit daya dan layak dijadikan pilihan.

Racikan distro dengan desktop manager GNOME dan KDE jelas di luar pilihan. Pilihan jatuh pada distro yang menggunakan windows manager LXDE, Enlightment, atau OpenBox. Mint 9 LXDE jadi pilihan karena core-nya berbasis Lucid Lynx dengan dukungan hingga tiga tahun, sementara Crunchbang jadi pilihan karena kesederhanaan dan kestabilan ala Debian.

Kesemuanya setelah dipasang, langsung dilakukan pembaruan terkini dari repository asal (default) demi mendapatkan pembaruan yang paling update. Asumsinya, walau Distro Mint yang digunakan rilis lama, tapi pembaruan tetap didukung sampai saat tes berlangsung pada 27-28 Juni 2011, begitupun dengan Crunchbang. OS yang pertama dicoba adalah Mint, dilanjutkan dengan Cruncbang.

Linux Mint 9 LXDE (based on Ubuntu Lucid)
ISO size: 595MB
Tanggal Rilis 18 Juli 2010

Crunchbang 10 R20110207 (based on Debian Squeeze)
ISO size: 684MB
Tanggal Rilis 8 Februari 2011

Jenis test adalah kondisi idle laptop. Layar terus-menerus menyala tanpa screen saver (layar tidak dimatikan). menon-aktifkan screen saver akan menghilangkan kemungkinan program berjalan di belakang yang akan meminimalkan persentase penggunaan CPU dan memory. Dah hasilnya adalah…

Linux Mint 9 LXDE (based on Ubuntu Lucid)
Waktu idle:  2 jam 25 menit (batere sisa 0%)

Crunchbang 10 R20110207 (based on Debian Squeeze)
Waktu idle:  2 jam 35 menit (batere sisa 10%)

Hasil tes dari saya menunjukkan bahwa Crunchbang 10 lebih irit batre dari Linux Mint 9 LXDE. Test kedua pada distro Crunchbang sengaja disisakan daya 10%. Menghabiskan daya hingga ke 0% akan membuat batre cepat rusak, jadi test hingga batre benar-benar kering tidak dilakukan lagi di distro Crunchbang.

Hasil ini tidak bisa dijadikan kesimpulan karena test hanya penggunaan pada kondisi idle. Test pada saat menjalankan program, menyetel film, dan sebagainya akan lebih memperlihatkan distro mana dengan racikan coding yang efisien.

Instal Firefox 5 di Linux Mint 9 LXDE

Sunday 26 June 2011 | post a comment

Postingan dokumentasi pribadi. And just for nubi dan end-user only.

mintJika Anda memilih keluarga GNU/Linux sebagai sistem operasi di PC atau laptop Anda, sepertinya Anda tidak akan terlepas dari keperluan internet. Internet dibutuhkan untuk menambah berbagai program atau driver tambahan guna meningkatkan performa sistem operasi komputer Anda. Hardcore user malah menggunakan internet sebagai tahap awal dalam mengembangkan OS mereka setelah menginstall minimal system di komputernya (Gentoo, Arch, etc).

Karena ingin beres-beres, seluruh laptop saya saya hapus partisinya dan saya pasang Linux Mint 9 LXDE yang berbasis Ubuntu Lucid Lynx dengan dukungan pembaruan hingga 3 tahun. Pilihan jatuh ke Linux Mint LXDE karena saya bodoh proses installasi sangat pas untuk end-user dengan menggunakan mode grafis disertai bawaan desktop manager yang ringan.

Setelah selesai, Anda akan mendapati bahwa browser internet Firefox di komputer Anda adalah versi 3.6.6, sementara versi termutakhir dari Firefox sekarang ini adalah versi 5.0. Untuk melakukan pembaruan, terlebih dahulu komputer harus terkoneksi ke internet. Instalasi default di PC saya langsung mendeteksi adanya modem Motorola SB5101 SURFboard bawaan Firstmedia. Untuk Anda yang belum terkoneksi, silakan koneksikan terlebih dahulu komputer Anda.

start

Jalankan terminal melalui
Menu (pojok kanan bawah) > Terminal.

Setelah itu akan muncul program berwarna hitam mirip tampilan Windows 7 Command Line (CMD) atau program MS-DOS di Windows versi lama.

Ketikkan di layar Terminal tersebut:
sudo add-apt-repository ppa:mozillateam/firefox-stable

tekan [Enter]

Selanjutnya Anda akan diminta memasukkan password root yang dibuat saat pertama kali Anda menginstal Linux Mint. Jika Anda tidak tahu, hubungi orang/administrator yang memasang Linux Mint di komputer Anda.

Masukkan password root Anda dan tekan [Enter]. Ketika mengetikkan password, tidak ada karakter asterik yang muncul. Ini merupakan proteksi ala sistem UNIX yang membuat password ketika diketikkan tidak akan ditampilkan jumlah karakternya walau tanda asterik sekalipun. Setelah Anda menekan [Enter] Layar akan menunjukkan berbagai proses tulisan.

Kemudian ketikkan lagi
sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

tekan [Enter]

Proses instalasi berlangsung, dan ada beberapa pilihan pertanyaan. Jawab “Ya” dengan menekan tombol [Y] atau “Tidak” dengan menekan tombol [N]. Ikuti instruksi yang tertera di layar. Jika Anda merasa tidak mengerti pilhan yang ditanyakan, pilihlah pilihan yang “default”.

Dan selamat, akhirnya Firefox 5 sudah ada di menu desktop komputer Anda.

NB:
Anda bisa langsung menyalin perintah dari tulisan ini, dan mem-paste-nya di Terminal Anda dengan Klik Kanan > Klik Paste

Pada beberapa kasus, shortcut Firefox menghilang dari Menu LXDE. Untuk menjalankan Firefox, cukup ketikkan “firefox” di Terminal.