Wow, Bos Gojek Ditunjuk jadi Kemdikbud. Apa Dampaknya bagi Pendidikan Indonesia?

Thursday 24 October 2019 | Comments (2)

Baru-baru ini, Presiden Jokowi menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di dalam kabinetnya untuk lima tahun ke depan (jika lancar). Kira-kira, dinamika apa yang akan terjadi di dalam dunia pendidikan Indonesia ya?

nadiem mendikbud

Oke, saya akan coba menyusun asumsi-asumsi pribadi. Asumsi yang dibuat merupakan asumsi kasar, dalam artian apa yang dilihat secara kasat mata terhadap sosok Nadiem. Ingat ini hanya asumsi personal saya dan bukan ditujukan sebagai upaya untuk membangun persepsi massa dan sebagainya. Di zaman seperti ini, disclaimer (pernyataan) harus di buat terlebih dahulu di awal mengingat sering terjadi hal yang iya-iya. Wkwkwk.

( More … )

Fix, Uber Cabut dari Indonesia April 2018

Wednesday 28 March 2018 | post a comment

Sehubungan dengan berbagai rumor seputar Uber Indonesia, pada 26 Maret 2018 lalu, akhirnya saya mendapat kejelasan via pemberitahuan email dari Uber Indonesia sendiri. Berikut kira-kira bunyinya:

Jadi jelas rumor akuisisi Uber oleh Grab terbukti sudah. Sangat susah bersaing di wilayah yang sudah memiliki veterannya sendiri, terlebih mereka dibackup taipan besar semisal Lippo (Grab) dan Tencent-Google (Gojek).

Dari pemberitahuan tersebut terlihat bahwa mereka hanya berhenti beroperasi di Indonesia saja, tapi tidak di 80 negara lainnya. Lantas bagaimana nasib para mitra karyawan Uber Indonesia yah?

Update 29 Maret 2018, Go-Jek rilis status di Facebook ucapan duka sekaligus menunjukkan “kepongahannya”. IMO, pengemudi ojek daring di Indonesia menurut saya sama aja “ngehek”-nya, termasuk Go-Jek.

Mungkin mereka selangkah di depan dengan layanan payment yang dibackup raksasa Cina, Tencent. Tapi untuk persoalan layanan transportasi, mitra driver mereka perlu mendapatkan perbaikan kualitas (ngetem di jalan, fake GPS, ugal-ugalan, berhenti tiba-tiba karena lihat HP, dsb).

Bukan Postingan Endorse

Friday 1 July 2016 | post a comment

Akhirnya dipaksa naik G*jek, karena harus meninggalkan motor untuk mudik ke Stasiun Pasar Senen. Setelah diorder, tibalah sang supir yang membawa motor metik.

Setelah diboncengin selama kurang lebih 40 menit, b*dji langsung berasa kesemutan. Kombinasi sama perut kosong (pas bulan puasa) bikin kepala jadi kunang-kunang.

Masih suka emezing sama orang yang naik metik. Kenapa mereka nggak naik Bajaj Pulsar yang nyaman itu sih?

Gojek Mulai “Nyampah”

Wednesday 25 May 2016 | post a comment

Bisnis big data katanya lagi booming. Dari sejumlah pelanggan yang terjaring, Gojek nampaknya sudah menemukan lahan “nyampah” baru.

Terus terang saya ngga nyangka juga email yang saya gunakan untuk mendaftar aplikasi Gojek, bakalan dihajar email-email penawaran dari Gojek. Instalasi awal aplikasi Gojek tidak ada bunyi-bunyi yang menyatakan bahwa mereka berhak nyampah di inbox orang lain.