Wow, Bos Gojek Ditunjuk jadi Kemdikbud. Apa Dampaknya bagi Pendidikan Indonesia?

Thursday 24 October 2019 | Comment (1)

Baru-baru ini, Presiden Jokowi menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di dalam kabinetnya untuk lima tahun ke depan (jika lancar). Kira-kira, dinamika apa yang akan terjadi di dalam dunia pendidikan Indonesia ya?

nadiem mendikbud

Oke, saya akan coba menyusun asumsi-asumsi pribadi. Asumsi yang dibuat merupakan asumsi kasar, dalam artian apa yang dilihat secara kasat mata terhadap sosok Nadiem. Ingat ini hanya asumsi personal saya dan bukan ditujukan sebagai upaya untuk membangun persepsi massa dan sebagainya. Di zaman seperti ini, disclaimer (pernyataan) harus di buat terlebih dahulu di awal mengingat sering terjadi hal yang iya-iya. Wkwkwk.

( More … )

The Characteristic of Online Learner

Sunday 28 October 2012 | post a comment

If you plan to create e-learning based on internet, you must understanding the characteristic of online learner. These characteristics must exist within learners so that they can be successful in online learning.

elearning students

Nada Dabbagh in her book, Online Learning: Concepts, Strategies, and Application explain the characteristics of online learning as mentioned below:
( More … )

Tujuh Dosa Windows: 1. Pendidikan

Tuesday 10 May 2011 | post a comment

“Give a man a fish and you feed him for a day. Teach him how to fish and you feed him for a lifetime.”

“Berikan seseorang ikan, maka kau telah memberinya makan untuk sehari. Ajarilah seseorang untuk memancing, maka kau memberinya makan selamanya.”

Komputer diharapkan menjadi alat yang berguna dalam pendidikan anak. Tapi sekarang, kebanyakan anak yang dalam pendidikannya terlibat dengan komputer diajarkan bahwa hanya ada satu produk komputer, yakni Microsoft. Microsoft telah menghabiskan banyak uang untuk melobi dan memasarkan berbagai produknya ke lembaga-lembaga pendidikan. Turut berduka, sebagaimana dalam berita MoU Mendiknas-Microsoft dari situs Antara berikut.

( More … )

PR (salah kaprah evaluasi)

Tuesday 5 August 2008 | post a comment

Dalam Uchanopedia (ensiklopedia bebas uchan), PR dapat diartikan sebagai pekerjaan rumah. PR selain dipandang sebagai beban oleh sebagian orang, juga mempunyai esensi sebagai instrumen evaluasi dalam proses pembelajaran. Jadi, dengan PR kita dapat melihat sejauh mana ketercapaian hasil belajar seseorang.

Nah parahnya, konsep belajar sendiri tereduksi pada proses ngerjain PR ini.

Jika seseorang memberikan PR kepada si B, saya berasumsi bahwa dia ingin mengetahui sejauh mana hasil perolehan belajar si B. Jika dia melihat hasil PR-nya si B jelek, maka dia bisa mengatakan kalau B kurang berhasil dalam proses belajar. Sebaliknya jika hasilnya bagus, maka B dapat dikatakan berhasil dalam proses belajar.

Terus maksud reduksi dari konsep belajarnya apa?

( More … )