Taktik (2): Pedagang VGA Palsu di Marketplace

Friday 4 September 2020 | post a comment

Baru-baru ini saya sering melihat pedagang part PC yang masih memajang katalog barangnya di market place, padahal status barang yang dipajang kosong. Jadi, pastikan Anda harus selalu menanyakan ketersediaan barang kepada penjual, sebelum Anda menekan tombol beli.

Nah, dari sini saya menemukan “taktik” baru pedagang di market place tersebut. Pertama-tama, mereka tetap memajang katalog barang kosong (VGA card) tersebut. Kedua, jika calon pembeli menanyakan ketersediaan barang, pedagang ini akan merekomendasikan produk lain.

Nah masalahnya adalah, jika produk alternatif yang ditawarkan memiliki kualitas yang setara, hal ini tidak akan menjadi masalah. Tapi, pedagang “ampas” ini malah menawarkan produk fake dengan packaging yang lumayan sehingga pembeli tetap merasa membeli barang premium.

VGA palsu

VGA card palsu ini memang dimodali cukup lumayan oleh pabrikan “jahanam”. Bungkus dus menggunakan cetakan lapisan doff dengan desain yang tidak kampungan, pun disertai pula kartu garansi yang menambah kesan premium. Pengguna polos dapat dipastikan akan termakan rayuan. ( More … )

Syndrome of Indonesian Government’s: End of The Year Activity

Sunday 4 December 2011 | post a comment

I don’t watch TV often. Usually I just watch some football or news in the morning. But this is Weekend, and I like to stay at home. This is an exception situation, so I watch TV a lot. Guest what, many TV advertisement comes from the government department (Kementrian) and State-owned Enterprises (BUMN). Those are advertisements I’ve been caught:

  • Renewal energy from LIPI (Dedy Mizwar and Komarudin Hidayat).
  • BOS and PAUD program from Department of Education and Culture.
  • 54th years of Pertamina – spread energy into remote area.
  • Social Department for “Who Are You? (we are same)”.
  • BNPT for counter terorism (haha, watch Zeitgeist or Arrivals on Youtube for this).
  • Energy and Mineral Source (ESDM) for not using the subsidize gas.

Maybe you don’t aware about this. Or, you’ll say that I’m very tendentious for writing this post. I tell you, this is absolutely waste money program in end of the year. Those ads were playing everyday in TV station. You wouldn’t see it often in early year.

Why? Enjoy Endonezwah then, the Republic of Liar. Enough said.

Service Bintang Raya ITC Cempaka Mas. Kalau Biasa Bongkar Sendiri Mending Nggak Usah

Monday 1 August 2011 | post a comment

Setelah tiga tahun CPU AMD milik om saya menemani, akhirnya komputer tidak bisa dijalankan lagi. Status kerusakan, ketika komputer dinyalakan, menu motherboard muncul namun selanjutnya tidak ada proses lanjutan. Di layar tertera perintah tekan tombol [Del] atau [F11] untuk masuk ke menu konfigurasi BIOS motherboard, namun tetap tidak ada reaksi ketika tombol ditekan.

pc-rusak

Berbagai macam cara saya coba. Mengganti memory, mengganti VGA card, dan Power Supply. PC masih tidak menunjukkan perubahan. Layar masih stuck diam pada menu press [Del] or [F11] to continue. Kecurigaan kerusakan kemungkinan ada di wilayah motherboard atau prosesor, karena dua komponen itu saja yang belum saya ganti. Berarti harus saya bawa ke toko untuk mengecek dua kemungkinan tersebut.

Biasanya kalo ada masalah seperti ini, saya bawa CPU ke Harco Mangga Dua. Namun saat itu Om saya lagi butuh cepat, sementara saat itu hari Minggu (Harco Mangga Dua tutup hari Minggu), terpaksa akhirnya PC saya bawa ke ITC Cempaka Mas. Di lantai 4 ada juga kumpulan penjual suplier komputer, termasuk juga aneka software bajakan (kagak dirazia2 ni toko, heran juga).

Toko yang saya pilih adalah Bintang Raya (bintangraya.com) yang memang kelihatan paling rame sendiri dibanding yang lain. Lagian ni toko stand-nya cukup besar di PRJ kemarin. Tempatnya sebelah timur dari pintu utama Cempaka Mas. Segera saya bawa ke bagian servis toko tersebut dan diterima oleh tukang servis di sana.

bintang-raya

Saya perhatikan dari luar, PC saya cuma dipasang dan dikoneksikan ke layar monitor. Tampilan layar kembali menunjukkan eror yang saya alami sebelumnya. Belum ada perlakuan lebih lanjut terhadap PC, sang mekanik langsung berkata dengan mantap kepada saya; “Motherboard-nya kena Mas.”, casing bahkan tidak dibongkar sama sekali bautnya.

Saya langsung berpikir dalam hati, apa bedanya yang saya kerjakan dengan teknisi Bintang Raya kalau model-model kerjanya hanya seperti itu? Sebelumnya saya mengira kalau sang teknisi bakal mengeluarkan prosesor cadangan atau motherboard tersendiri untuk mengecek komponen lain yang dicurigai rusak. Saya bahkan tidak berharap IC motherboard bakal diperiksa dengan alat pengukur tegangan atau mengganti IC atau apalah, cuma penasaran motherboard atau prosesor yang kena.

Buat apa saya repot-repot bawa PC jika analisisnya sama dengan saya? Spontan saya minta batal berhubung motherboard pengganti yang ditawarkan juga terlalu mahal. Sekitar 60$ (di harco banyak pilihan dan berkisar 400rb-an). Di saat penyerahan barang saya balik, sang teknisi meminta uang servis kepada saya. “Ini mas, uang servisnya 20rb”

Astaga, kacau ni toko. PC tidak diapa-apain, malah minta fee. Kalo orang awam mungkin bisa dikibulin dengan cara-cara seperti ini. Buat orang yang biasa ngerakit PC sendiri, hal ini terbilang konyol. Sampai disini berarti saya bisa simpulkan bahwa ilmu teknisi toko Bintang Raya nggak lebih dari sekedar tukang nginstall sama ngerakit PC.

Dikeluarin bon dengan tulisan “biaya servis 20rb”. Tidak saya sentuh bonnya, langsung saja saya kasih 20rb dan secepatnya saya tinggalkan tokonya. Saya pindah ke toko sebelah dan masih lebih mending usaha teknisinya. PC dibongkar casingnya dan ditidurin posisinya. Beberapa komponen sempat diganti, walau ujung-ujungnya ganti motherboard juga.

Canggih juga ilmunya teknisi Bintang Raya, bisa nebak-nebak kerusakan dengan hanya mencolok dan melihat layar yang tampil.

Update post (21 November 2012):
Pimpinan perusahaan datang ke blog dan menanyakan teknisi yang dimaksud. Sayangnya, saya tidak tanya namanya pada waktu itu.

Paling tidak di sini pimpinan menunjukkan quality control dengan melakukan pengecekan layanan via online.

Waspada Penipuan Jasa Bikin Website Murah

Thursday 28 July 2011 | post a comment

Sekarang ini sedang marak-maraknya jasa menawarkan biaya pembuatan website yang terbilang sangat murah. Tak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan bahkan berkisar antara Rp.50rb s.d. 250rb. Sebenarnya berapa harga pembuatan website yang ideal?

Biaya yang dikeluarkan untuk infrastruktur website saja bisa lebih dari Rp.50rb, dengan rincian sebagai berikut:

  • Domain untuk 1 tahun (nama situs) Rp.130rb
  • Hosting untuk 1 tahun (paket shared standar bukan reseller) Rp.200rb
  • Koneksi internet untuk meng-upload file-file website, termasuk CMS Rp.100rb (tentative, bisa lebih, tergantung projek dan klien)
  • Biaya listrik untuk kerja Rp.100rb (tentative, bisa lebih, tergantung projek dan klien)

Dari situ kita bisa lihat bahwa paling tidak untuk infrastruktur pembuatan website saja bisa kena charge Rp.500rb.

Terakhir harga kreativitas Anda dalam membuat desain dan membuat rancangan program.

  • Tim desain Rp.xxxxxxx
  • Tim programer (coding web) Rp.xxxxxxx

Semuanya tergantung bagaimana servis dan fasilitas yang Anda berikan bagi klien Anda.

  • Konfigurasi email dengan nama domain Anda.
  • Optimalisasi situs di situs mesin pencarian.
  • Pemeliharaan backup berkala dan recovery.
  • Fitur situs, load balancing, traffic handling.

Jangan kaget jika proyek website bisa mencapai puluhan juta. Untuk masyarakat Indonesia sendiri memang doyan yang murah meriah. Bayar murah, tapi minta fasilitas ini itu. Jangan heran jika banyak programmer lebih memilih untuk mencari klien dari luar negeri menggunakan jasa website auction job bagi para freelancer (semisal Odesk.com) ketimbang klien dari dalam negeri.

Masih mau pakai yang Rp.50rb?

website-murah

Berikut konsekuensinya.

  • Hosting sering down, website tidak aksesibel karena menggunakan service gratisan atau reseller oversell.
  • Terkait point pertama, karena situs sering down, pencarian jadi jelek di indeks situs pencarian.
  • Jika menggunakan domain gratisan, tidak ada kepastian milik Anda 100%. Bisa hilang sewaktu-waktu (ingat kasus (sub) domain co.cc).
  • Tidak ada optimalisasi web, karena sifatnya fasilitas standar yang hanya sekedar dipasang.
  • Garansi konten yang sudah susah payah Anda buat?

 

Blacklist Google Search List Result, Fight against Spammer

Monday 18 July 2011 | post a comment

Google search engine has been our daily activity in internet. Everyday we use it to get any information from internet. But nowadays, many people do some cheat activity by stealing others content site’s. Usually those thieves using auto generate content and search term tagging tools to make Google search result went into their site.

Higher traffic mean higher visitor. Put some ads, people click it, money comes easily into their account. They claimed to be a internet marketer, but they are nothing more than a trickster. Worse, some of them use the free service to do those spamming activity. That’s why Google banned free (sub) domain services, such www.co.cc and www.co.tv.

As a regular user, it doesn’t mean we are weak. We can fight back, and together as a community we can change it. I will show you how to fight those “internet marketer” scammer.

  1. Click as many ads (adsense kinda type) on their site. Google will detect it as fraud click and their account will be ban.
  2. Submit their site’s as spam using Google spam report.
  3. Using firefox to browse the net? You can use Greasemonkey add-ons and install Google Hit Hider by Domain script. You can block a scam site’s in Google SERP.