Mulut Warganet (Netizen) Memang Keji

Tuesday 7 January 2020 | post a comment

Penetrasi internet mengubah cara hidup kita, termasuk cara kita menggunjing orang lain. Bahkan, istilah “tembok bisa bicara sekarang ini” mulai usang, karena orang tidak lagi menjadikan tembok sebagai medium lagi (halah).

Yap, trend baru kini pindah ke sosial media (sosmed) berkat teknologi internet. Bahkan, tiap pribadi menjadikan sosmed sebagai sarana bercerita, tidak perlu ada rahasia-rahasiaan lagi.  😆 ( More … )

Hari 03 #30HariBercerita

Tuesday 15 January 2019 | post a comment

Tulisan ini adalah seri ketiga, setelah sebelum-sebelumnya saya harus banyak beristirahat karena diare hebat yang sukses membuat saya lemah tak berdaya (halah  😆  ). Untungnya diare saya alami sejak hari Sabtu s.d. hari Senin, sehingga saya masih bisa lumayan istirahat selama dua hari.

Tulisan kali ini terkait dengan aktivitas di medsos. Jadi gini, sekolah tempat saya bekerja sering kedatangan guru tamu dari Jepang untuk beberapa bulan. Kebetulan sekolahan menjalin kerjasama dengan Japan Foundation, jadi pertukaran ini sudah sering terjadi, sejak tahun 2014 lalu.

Nah, untuk guru Jepang yang kali ini, sebut saja Mawar 😛 , dia mempunyai akun di Instagram. Sepertinya ia terkena bujukan para siswa Indonesia untuk membuat akun di Instagram, wkwk  :mrgreen: . Nah, sensei ini sering memanfaatkan untuk akun IG-nya untuk memosting berbagai aktivitas mengajarnya.

sensei nanaho instagram

Ada salah satu tulisan sensei yang menarik. Setelah jeda libur tahun baru, ia memutuskan memberi tugas kepada para siswa untuk membuat kartu ucapan tahun baru. Jadi siswa diberikan kartu dan mereka dibebaskan untuk membuat kreasi gambar-gambar di atas kertas itu.

Yang menarik adalah, Nanaho (nama sensei tersebut) keheranan dengan cara siswa Indonesia menggambar. Ia terkejut ketika melihat para siswa menggambar dengan memanfaatkan koin logam (untuk membuat lingkaran), bagian bawah pulpen (untuk membuat lingkaran yang lebih kecil), dan ponsel untuk membuat garis.

Dulu sering ada anekdot kalau otak orang Indonesia itu lebih bagus daripada otak orang Jepang dan Amerika. Alasannya, karena otak orang Indonesia lebih jarang dipakai ketimbang mereka 😆 . Tapi melihat kejadian di atas, sepertinya kita tidak perlu terus-menerus merasa inferior.

Kredit:
Google Translate <— tanpa dia aku apalah  🙄 

Hari 02 #30HariBercerita

Saturday 12 January 2019 | post a comment

Okeh, harusnya kemarin saya meng-update tulisan di blog ini. Tapi, apa daya diri ini hanya insan biasa yang kebetulan harus mengalami diare. Walhasil, badan lemas luar biasa dan saya nyaris tidak bisa melakukan kegiatan apapun ( selain main Mobile Legend  😆 ).

Berhubung aktivitas saya hanya di tempat tidur saja, otomatis saya hanya bermain gadget. Namun, saya menemukan kutipan menarik dan sepertinya bisa menjadi cerita untuk hari kedua ini.

Berikut ini kutipannya:

Social media is training us to compare our lives instead of appreciating everything we are. No wonder why everyone is always depressed.

Media sosial melatih kita untuk membandingkan hidup kita (dengan orang lain), daripada menghargai apa yang kita miliki. Tidak heran setiap orang selalu mengalami depresi.

Berbagai kebahagiaan orang yang kita lihat di internet, jika kita menyikapinya dengan hal negatif, tentu akan melahirkan kecemburuan, rasa iri, dan keluhan  👿 .

sosmed is bad

Alhamdulillah saya sendiri tipikal orang yang skeptis, soal hal ini. Jadi, apapun kebahagiaan orang lain yang saya lihat di internet, saya anggap itu cuma kepalsuan. Wkwkwkwk. ( More … )

FB Punya Yahudi

Friday 19 January 2018 | post a comment

“Eh, elu ngapain perang lawan Belanda pake bawa-bawa senjata punya Belanda?”

#KemudianKentut

Bipolar, Manik Depresif, dsb

Friday 3 March 2017 | post a comment

Gejala psikologis bipolar seseorang bisa terlihat dari adanya perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sikap yang sebelumnya murung.

Tapi, ada juga gejala perubahan sikap dari yang 100% membenci, berubah menjadi 100% mencinta. Entah motifnya karena apa, saya sendiri belum bisa menemukan definisi untuk kasus yang satu ini.

Mungkin Anda bisa menjelaskan fenomena ini?